Sunda, Sehabis “Ngadu Bako”

Sudahkah ditemukan langkah-langkah konkret untuk mewujudkan Sunda Jaga (Sunda masa depan) yang jaya? Pertanyaan itu patut diajukan karena akhir-akhir ini perbincangan tentang (kebudayaan) Sunda begitu sering dilakukan. Tak tanggung-tanggung, pembahasan tentang Sunda itu tidak hanya dilakukan oleh orang Sunda saja, melainkan juga oleh orang-orang dari etnis lain, bahkan orang-orang dari luar negeri. Pembahasnya pun bukan pula jalma jore-jore,melainkan para sarjana dan pakar kebudayaan.
Pembicaraan tentang (kebudayaan) Sunda dikemas dalam bentuk seminar, baik bersifat nasional maupun internasional. Penyelenggaranya adalah lmbaga-lembaga yang sangat berwibawa. Di akhir tahun 2010, tepatnya tgl. 25-27 Oktober, di Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan International Conference on Nature, Philosophy and Culture of Ancient Sunda Civilization 2010. Konferensi internasional itu bertema Reinventing Sunda in Strengthing the National Culture and Promoting Cultural Diversity. Konferensi internasional itu dilengkapi pula dengan Pameran Produk Budaya, Pagelaran Seni Tradisi dan Tinjauan Lapangan ke Kawasan Percandian Situs Batujaya Kabupaten Karawang. Di akhir konferensi internasionali itu semakin menguatlah kebanggaan Urang Sunda pada masa lalunya. Kebanggaan bahwa masa lalu Urang Sunda adalah masa penuh kejayaan. Bahwa di masa lalu, orang Sunda pernah mengalami peradaban sedemikian tingginya. Bahwa dengan demikian berarti, Urang Sunda masa kini bukanlah keturunan jalma jore-jore. (more…)








______________________

_______________________________
***